Anak-Anak enfo

enfohealth.blogspot.com
enfootaku.blogspot.com
enfomythology.blogspot.com
enfowhat.blogspot.com
enfoentertainment.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Sekedar tahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekedar tahu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 25, 2009

Mengapa Ponsel Tak Boleh Dipakai di Dalam Pesawat Terbang ?

Menggunakan ponsel di dalam pesawat terbang - baik sedang mengudara maupun ketika pesawat sedang berada di darat - berpotensi membahayakan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat. Di samping itu, juga melanggar kepantasan dan tatakrama. Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat. Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor di bagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi. Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach untuk mendarat di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Daftar ini masih dapat diperpanjang lagi. Mereka yang tak peduli akan keselamatan dirinya, dan penumpang lainnya, boleh saja terus bersikap tak peduli akan larangan mengaktifkan ponsel dalam pesawat. Tetapi seorang kapten tentara Arab Saudi dihukum cambuk 70 kali karena kedapatan menyalakan ponsel di dalam pesawat. Seorang teknisi Inggris dijebloskan ke penjara selama setahun karena menolak permintaan pramugari British Airways untuk mematikan ponselnya. Menurut peraturan FAA (Federal Aviation Administration) mengaktifkan ponsel di dalam pesawat terbang - bukan saja selama penerbangan - adalah pelanggaran hukum (illegal) dan dapat dihukum atas dakwaan membahayakan keselamatan umum.
Di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, segera terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai dirinya dan penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuissance) terhadap kenyamanan orang lain. Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang.
Matikan Selama di Pesawat Ponsel harus dimatikan - tidak hanya diswitch agar tidak berdering - selama berada di dalam pesawat. Ulangi : selama berada di dalam pesawat. Ini penting ditegaskan karena banyak orang menyimpulkan sendiri bahwa ponsel hanya berpotensi bahaya ketika pesawat mengudara. (Silakan lihat daftar gangguan ponsel pada tabel).
GANGGUAN PENYEBAB VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar ponsel Arah terbang melenceng ponsel Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu ponsel
  • Gangguan sistem navigasi ponsel Gangguan frekuensi komunikasi ponsel
  • Gangguan indikator bahan bakar ponsel
  • Gangguan sistem kemudi otomatis ponsel
  • Gangguan arah kompas komputer, CD, game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) gameboy

dan banyak lagi lainnya SUMBER : ASRS (Aviation Safety Reporting System)


Dengan memahami daftar gangguan ini, kita menyadari bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel. Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik. Potensi kecelakaan masih dapat terjadi di darat ketika pesawat sedang bergerak menuju pintu embarkasi (gate) karena gangguan komunikasi.

Gangguan di Darat Sebenarnya, secara teknis penggunaan ponsel di dalam penerbangan lebih mengganggu sistem telekomunikasi di darat (terrestrial) ketimbang gangguan pada sistem pesawat terbang. Seperti kita ketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio, melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak diatas Jakarta). Overloading terhadap BTS karena penggunaan ponsel di udara dapat sangat mengganggu para pengguna ponsel di darat. Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama ? Sekiranya kita terbang, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Aktifkan ponsel Anda setelah Anda berada di gedung terminal. Pikirkanlah apabila ada sanak saudara kita atau orang-orang yang kita kasihi berada didalam pesawat dimana ada orang-orang EGOIS dan BODOH menyalakan handphonenya.

Posted by eGuru Uroborus

Sumber:http://harustahu.blogspot.com/2004/11/mengapa-ponsel-tak-boleh-dipakai-di.html

Message by eGuru Uroborus: "Thx infonya buat pengelola harustahu.blogspot"


Albino

Albino (dari bahasa Latin albus yang berarti putih), disebut juga hypomelanism atau hypomelanosis, adalah salah satu bentuk dari hypopigmentary congenital disorder. Ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut (atau lebih jarang hanya pada mata). Albino timbul dari perpaduan gen resesif.
Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau putih pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah.

ETIOLOGI

Albino adalah kelainan genetik, bukan penyakit infeksi dan tidak dapat ditransmisi melalui kontak, tranfusi darah, dsb. Gen albino menyebabkan tubuh tidak dapat membuat pigmen melanin. Sebagian besar bentuk albino adalah hasil dari kelainan biologi dari gen-gen resesif yang diturunkan dari orang tua, walaupun dalam kasus-kasus yang jarang dapat diturunkan dari ayah/ibu saja. Ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan albino, tetapi semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.
Albino dikategorikan dengan tirosinase -positif atau -negatif. Dalam kasus dari albino tirosinase-positif, enzim tirosinase ada, namun melanosit (sel pigmen) tidak mampu untuk memproduksi melanin karena alasan tertentu yang secara tidak langsung melibatkan enzim tirosinase. Dalam kasus tirosinase negatif, enzim tirosinase tidak diproduksi atau versi nonfungsional diproduksi.

Seseorang dapat menjadi karier dari gen albino tanpa menunjukkan fenotif tertentu, sehingga seorang anak albino dapat muncul dari orang tua yang tidak albino. Albino tidak terpengaruh gender, kecuali ocular albino (terkait dengan kromosom X), sehingga pria lebih sering terkena ocular albino.
Karena penderita albino tidak mempunyai pigmen melanin (berfungsi melindungi kulit dari radiasi ultraviolet yang datang dari matahari), mereka menderita karena sengatan sinar matahari, yang bukan merupakan masalah bagi orang biasa.

TIPE-TIPE ALBINO

Sekitar satu dari tujuh belas ribu orang menjadi albino, walaupun 1-70 orang adalah pembawa, bukan penderita.

Ada dua kategori utama dari albino pada manusia :
1. Oculocutaneous albinism (berarti albino pada mata dan kulit), kehilangan pigmen pada mata, kulit, dan rambut.
2. Ocular albinism, hanya kehilangan pigmen pada mata. Orang-orang dengan oculocutaneous albinism bisa tidak mempunyai pigmen dimana saja sampai ke tingkat hampir normal. Orang-orang dengan ocular albinism mempunyai warna rambut dan kulit yang normal, dan banyak dari mereka mempunyai penampilan mata yang normal.

Tipe lain, yakni :
- Recessive total albinism with congenital deafness
- Albinism black-lock cell-migration disorder syndrome (ABCD)
- Albinism-deafness syndrome (ADFN) (yang sebenarnya lebih berhubungan dengan vitiligo).
Hanya tes genetik satu-satunya cara untuk mengetahui seorang albino menderita kategori yang mana, walaupun beberapa dapat diketahui dari penampilannya.

SIMPTOM DAN KONDISI DIHUBUNGKAN DENGAN ALBINO

Dengan test genetik, dapat diketahui apa seseorang itu albino berikut variasinya, tetapi tidak ada keuntungan medis kecuali pada kasus non-OCA disorders yang dapat menyebabkan albino disertai dengan masalah medis lain yang dapat diobati. Gejala-gejala dari albino dapat diobati dengan berbagai macam metode.

Umumnya kelainan mata pada penderita albino adalah sebagai berikut :
• Nystagmus, pergerakan bola mata yang irregular dan rapid dalam pola melingkar
• Strabismus ("crossed eyes" or "lazy eye").
• Kesalahan dalam refraksi seperti miopi, hipertropi, dan astigmatisma.
• Fotofobia, hipersensitivitas terhadap cahaya
• Hipoplasi foveal - kurang berkembangnya fovea (bagian tengah dari retina)
• Hipoplasi nervus optikus – kurang berkembangnya nervus optikus.
• Abnormal decussation (crossing) dari fiber nervus optikus pada chiasma optikus.
• Ambliopia, penurunan akuisitas dari satu atau kedua mata karena buruknya transmisi ke otak, sering karena kondisi lain seperti strabismus.

Hilangnya pigmen juga membuat kulit menjadi terlalu sensitif pada cahaya matahari, sehingga mudah terbakar, sehingga penderita albino sebaiknya menghindari cahaya matahari atau melindungi kulit mereka.

CARA MENGOBATI SIMPTOM

Albino adalah suatu kondisi yang tidak dapat diobati atau disembuhkan, tetapi ada beberapa hal kecil yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup. Yang terpenting adalah memperbaiki daya lihat, melindungi mata dari sinar terang, dan menghindari kerusakan kulit dari cahaya matahari. Kesuksesan dalam terapi tergantung pada tipe albino dan seberapa parahnya gejala. Biasanya, orang dengan ocular albinism lebih mempunyai pigmen kulit normal, sehingga mereka tidak memerlukan perlakuan khusus pada kulit.

Pembedahan
Biasanya, pengobatan untuk kondisi mata terdiri dari rehabilitasi visual. Pembedahan mungkin untuk otot mata untuk menurunkan nystagmus, strabismus, dan kesalahan refraksi seperti astigmatisma. Pembedahan strabismus mungkin mengubahan penampilan dari mata. Pembedahan untuk nistagmus mungkin dapat mengurangi perputaran bola mata yang berlebihan.
Efektifitas dari semua prosedur ini bervariasi, tergantung dari keadaan masing-masing individu. Namun harus diketahui, pembedahan tidak akan mengembalikan fovea ke kondisi normal dan tidak memperbaiki daya lihat binocular. Dalam kasus esotropia (bentuk "crossed eyes" dari strabismus), pembedahan mungkin membantu daya lihat dengan memperbesar lapang pandang (area yang tertangkap oleh mata ketika mata melihat hanya pada satu titik).

Bantuan Daya Lihat
Kacamata dan 'bantuan daya lihat' lain dapat membantu orang albino, walaupun daya lihat mereka tidak dapat dikoreksi secara lengkap. Beberapa penderita albino cocok menggunakan bifocals (dengan lensa yang kuat untuk membaca), sementara yang lain lebih cocok menggunakan kacamata baca.
Penderita pun dapat memakai lensa kontak berwarna untuk menghalangi tranmisi cahaya melalui iris. Beberapa menggunakan bioptik, kacamata yang mempunyai teleskop kecil di atas atau belakang lensa biasa, sehingga mereka lebih dapat melihat sekeliling dibandingkan menggunakan lensa biasa atau teleskop.
Walaupun masih menjadi kontroversi, banyak ophthalmologist menyarankan penggunaan kacamata dari masa kecil sehingga mata dapat berkembang optimal.

Perlindungan terhadap Sinar Matahari

Penderita albino diharuskan menggunakan sunscreen ketika terkena cahaya matahari untuk melindungi kulit prematur atau kanker kulit. Baju penahan sinar matahari dan pakaian renang juga merupakan alternatif lain untuk melindungi kulit dari cahaya matahari yang berlebihan.
Penggunaan kacamata dan topi dapat membantu pula. Barang lain yang dapat membantu orang-orang dengan albino adalah menghindari perubahan tiba-tiba dari situasi cahaya dan menambahkan kaca penahan sinar matahari. Cahaya lebih baik tidak langsung mengenai posisi biasa dari penderita albino (seperti tempat duduk mereka pada meja makan). Jika mungkin, penderita albino lebih memilih untuk terkena cahaya di bagian punggung daripada di bagian muka.

MITOS-MITOS SALAH DALAM ALBINO

1. Orang albino itu steril, padahal tidak demikian. Fungsi reproduksi mereka tidak mengalami gangguan apapun.
2. Orang albino mempunyai umur pendek. Ini tidak benar secara umum, tetapi lebih disebabkan karena orang albino mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk menderita kanker kulit jika tidak memakai pelindung dari sinar matahari.
3. Hubungan seksual dengan orang albino dapat membuat pasangannya terkena penyakit. Jelas tidak benar!!!


Posted by eGuru Uroborus

No message

Sabtu, April 04, 2009

Gunung2 Tertinggi

GUNUNG apa yang tertinggi di dunia? Mount Everest di Pegunungan Himalaya , Tibet? Berapa ketinggiannya? 8.850 m dari permukaan laut, tapi ada juga yang bilang gunung di Hawaii lah yang tertinggi, atau bahkan sebuah kelompok pegunungan di Equador, Amerika Latin sebagai gunung tertinggi.

Yang benar yang mana nih?Tertinggi disini ternyata memiliki berbagai versi, tergantung dari “titik” mana pengukuran dimulai? Apakah dari permukaan laut? , dari ”kaki” gunung yang mungkin berada di bawah lautan? Atau dari ”pusat bumi”?Jika diukur dari permukaan laut, Mount Everest yang memiliki ketinggian 8.850 m tentu unggul dibandingkan dengan gunung-gunung lain, seperti Gunung Mauna Loa di Hawaii ( 4.169 m) dan juga Gunung Chimborazo di Equador (6.268 m). Eh iya, khusus Mount Everest, gunung ini masih ”tumbuh” terus menerus, paling banyak 1 cm tiap tahunnya, hal ini karena ”desakan” lempeng bumi India kepada lempeng Asia.Sementara jika ”ketinggian” diukur dari dasar ”kaki” gunung, maka Gunung Mauna Loa lah yang menang.Akibat dari perputaran bumi, bentuk bumi kita tidaklah bulat seperti bola, namun ”agak menonjol keluar” di bagian khatulistiwa (disebut juga ellipsoid), seolah pada bagian itulah semua partikel bumi “terlempar” keluar.

Jika kamu ukur garis tengah “lingkaran” yang menghubungkan kutub utara dan selatan, lalu dibandingan dengan garis tengah “sabuk” khatulistiwa, maka garis tengah alias diameter pada “lintang” khatulistiwa lebih besar 21 km dibandingkan diameter lingkaran “bujur” tersebut. Dan itu berarti jika kamu tarik garis dari “pusat” bola bumi kamu ke “permukaan” bumi di garis khatulistiwa, tentu akan lebih panjang dibandingkan garis yang kamu tarik sama-sama dari “pusat” bola bumi ke arah permukaan bumi lainnya (misalnya di kutub utara). Dan itu berarti pula, bahwa kamu yang berada di “permukaan” disekitar garis khatulistiwa, tentu lebih ”menjulang” daripada tempat lain di muka bumi.Kembali ke persoalan gunung tertinggi dunia, Mount Everest berada di “belahan” utara bumi (yaitu pada 270 59’ Lintang Utara) sementara gunung Chimborazo, berada sedikit di sebelah selatan sekitar “tonjolan” di khatulistiwa ( yaitu pada 010 28’ Lintang Selatan).Nah dengan situasi demikian, tentu gunung Chimborazo lebih “menjulang” jika dihitung dari pusat bumi dibandingkan dengan Mount Everest. Puncak Gunung Chimborazo terletak lebih “tinggi” 2.150 m dari puncak Mount Everest, yang menyebabkan kamu yang berada di puncak Chimborazo lebih dekat untuk “menggapai bulan”.

Nah bagi kamu yang bercita-cita menjadi petualang, gunung tertinggi mana yang hendak kamu daki? Berikut adalah daftar puncak gunung tertinggi di dunia:

  1. Everest, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 29,035 ft / 8,850 m.
  2. K2 (Godwin Austen), pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 28,250 ft / 8,611 m.
  3. Kangchenjunga, pegunungan Himalaya, India/Nepal, 28,169 ft / 8,586 m.
  4. Lhotse I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,940 ft / 8,516 m.
  5. Makalu I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,766 ft / 8,463 m.
  6. Cho Oyu, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 26,864 ft / 8,188 m.
  7. Dhaulagiri, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,795 ft / 8,167 m.
  8. Manaslu I, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,781 ft / 8,163 m.
  9. Nanga Parbat, pegunungan Himalaya, Pakistan, 26,660 ft / 8,125 m.
  10. Annapurna, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,545 ft / 8,091 m.
  11. Gasherbrum I, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,470 ft / 8,068 m.
  12. Puncak Broad, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,400 ft / 8,047 m.
  13. Gasherbrum II, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,360 ft / 8,035 m.
  14. Shishapangma (Gosainthan), pegunungan Himalaya, Tibet, 26,289 ft / 8,013 m.
  15. Annapurna II, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,041 ft / 7,937 m.
  16. Gyachung Kang, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,910 ft / 7,897 m.
  17. Distaghil Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,858 ft / 7,882 m.
  18. Himalchuli, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,801 ft / 7,864 m.
  19. Nuptse, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,726 ft / 7,841 m.
  20. Nanda Devi, pegunungan Himalaya, India, 25,663 ft / 7,824 m.
  21. Masherbrum, pegunungan Karakoram, Kashmir, 25,660 ft / 7,821 m.
  22. Rakaposhi, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,551 ft / 7,788 m.
  23. Kanjut Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,461 ft / 7,761 m.
  24. Kamet, pegunungan Himalaya, India/Tibet, 25,446 ft / 7,756 m.
  25. Namcha Barwa, pegunungan Himalaya, Tibet, 25,445 ft / 7,756 m.
  26. Gurla Mandhata, pegunungan Himalaya, Tibet, 25,355 ft / 7,728 m.
  27. Ulugh Muztagh, Kunlun, Tibet, 25,340 ft / 7,723 m.
  28. Kungur, Muztagh Ata, China, 25,325 ft / 7,719 m.
  29. Tirich Mir, Hindu Kush, Pakistan, 25,230 ft / 7,690 m.
  30. Saser Kangri, pegunungan Karakoram, India, 25,172 ft / 7,672 m.
  31. Makalu II, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,120 ft / 7,657 m.
  32. Minya Konka (Gongga Shan), pegunungan Daxue, China, 24,900 ft / 7,590 m.
  33. Kula Kangri, pegunungan Himalaya, Bhutan, 24,783 ft / 7,554 m.
  34. Chang-tzu, pegunungan Himalaya, Tibet, 24,780 ft / 7,553 m.
  35. Muztagh Ata, pegunungan Muztagh Ata, China, 24,757 ft / 7,546 m.
  36. Skyang Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,750 ft / 7,544 m.
  37. Puncak Ismail Samani (dulu Puncak Stalin dan Puncak Komunis), pegunungan Pamir Tajikistan, 24,590 ft / 7,495 m.Puncak Jongsong, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,472 ft / 7,459 m.Puncak Pobeda, Tien Shan, Kyrgyzstan, 24,406 ft/ 7,439 m.
  38. Sia Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,350 ft / 7,422 m.
  39. Puncak Haramosh, pegunungan Karakoram, Pakistan, 24,270 ft / 7,397 m.
  40. Istoro Nal, pegunungan Hindu Kush, Pakistan, 24,240 ft / 7,388 m.
  41. Puncak Tent, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,165 ft / 7,365 m.
  42. Chomo Lhari, pegunungan Himalaya, Tibet/Bhutan, 24,040 ft / 7,327 m.
  43. Chamlang, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,012 ft / 7,319 m.
  44. Kabru, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,002 ft / 7,316 m.
  45. Alung Gangri, pegunungan Himalaya, Tibet, 24,000 ft / 7,315 m.
  46. Baltoro Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,990 ft / 7,312 m.
  47. Muztagh Ata (K-5), pegunungan Kunlun, China, 23,890 ft / 7,282 m.
  48. Mana, pegunungan Himalaya, India, 23,860 ft / 7,273 m.
  49. Baruntse, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,688 ft / 7,220 m.
  50. Puncak Nepal, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,500 ft / 7,163 m.
  51. Amne Machin, pegunungan Kunlun, China, 23,490 ft / 7,160 m.
  52. Gauri Sankar, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 23,440 ft / 7,145 m.
  53. Badrinath, pegunungan Himalaya, India, 23,420 ft / 7,138 m.
  54. Nunkun, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,410 ft / 7,135 m.
  55. Puncak Lenin, pegunungan Pamir, Tajikistan/Kyrgyzstan, 23,405 ft / 7,134 m.
  56. Pyramid, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,400 ft / 7,132 m.
  57. Api, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,399 ft / 7,132 m.
  58. Pauhunri, pegunungan Himalaya, India/China, 23,385 ft / 7,128 m.
  59. Trisul, pegunungan Himalaya, India, 23,360 ft / 7,120 m.
  60. Puncak Korzhenevski, pegunungan Pamir, Tajikistan, 23,310 ft / 7,105 m.
  61. Kangto, pegunungan Himalaya, Tibet, 23,260 ft / 7,090 m.
  62. Nyainqentanglha, Nyainqentanglha Shan, China, 23,255 ft / 7,088 m.
  63. Trisuli, pegunungan Himalaya, India, 23,210 ft / 7,074 m.
  64. Dunagiri, pegunungan Himalaya, India, 23,184 ft / 7,066 m.
  65. Puncak Revolution, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,880 ft / 6,974 m.
  66. Aconcagua, pegunungan Andes, Argentina, 22,834 ft / 6,960 m.
  67. Ojos del Salado, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,664 ft / 6,908 m.
  68. Bonete, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,546 ft / 6,872 m.
  69. Ama Dablam, pegunungan Himalaya, Nepal, 22,494 ft / 6,856 m.
  70. Tupungato, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,310 ft / 6,800 m.
  71. Puncak Moscow, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,260 ft / 6,785 m.
  72. Pissis, pegunungan Andes, Argentina, 22,241 ft / 6,779 m.
  73. Mercedario, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,211 ft / 6,770 m.
  74. Huascarán, pegunungan Andes, Peru, 22,205 ft / 6,768 m.
  75. Llullaillaco, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,057 ft / 6,723 m.
  76. El Libertador, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.
  77. Cachi, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.
  78. Kailas, pegunungan Himalaya, Tibet, 22,027 ft / 6,714 m.
  79. Incahuasi, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,720 ft / 6,620 m.
  80. Yerupaja, pegunungan Andes, Peru, 21,709 ft / 6,617 m.
  81. Kurumda, pegunungan Pamir, Tajikistan, 21,686 ft / 6,610 m.
  82. Galan, pegunungan Andes, Argentina, 21,654 ft / 6,600 m.
  83. El Muerto, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,463 ft / 6,542 m.
  84. Sajama, pegunungan Andes, Bolivia, 21,391 ft / 6,520 m.
  85. Nacimiento, pegunungan Andes, Argentina, 21,302 ft / 6,493 m.
  86. Illampu, pegunungan Andes, Bolivia, 21,276 ft / 6,485 m.
  87. Illimani, pegunungan Andes, Bolivia, 21,201 ft / 6,462 m.
  88. Coropuna, pegunungan Andes, Peru, 21,083 ft / 6,426 m.
  89. Laudo, pegunungan Andes, Argentina, 20,997 ft / 6,400 m.
  90. Ancohuma, pegunungan Andes, Bolivia, 20,958 ft / 6,388 m.
  91. Cuzco, pegunungan Andes, Peru, 20,945 ft / 6,384 m.
  92. Ausangate (Toro), pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,932 ft / 6,380 m.
  93. Tres Cruces, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,853 ft / 6,356 m.
  94. Huandoy, pegunungan Andes, Peru, 20,852 ft / 6,356 m.
  95. Parinacota, pegunungan Andes, Bolivia/Chili, 20,768 ft / 6,330 m.
  96. Tortolas, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,745 ft / 6,323 m.
  97. Chimborazo, pegunungan Andes, Ecuador, 20,702 ft / 6,310 m.
  98. Ampato, pegunungan Andes, Peru, 20,702 ft 6,310 m.
  99. El Condor, pegunungan Andes, Argentina, 20,669 ft / 6,300 m.
  100. Salcantay, pegunungan Andes, Peru, 20,574 ft / 6,271 m.
  101. Huancarhuas, pegunungan Andes, Peru, 20,531 ft / 6,258 m.
  102. Famatina, pegunungan Andes, Argentina, 20,505 ft / 6,250 m.
  103. Pumasillo, pegunungan Andes, Peru, 20,492 ft / 6,246 m.
  104. Solo, pegunungan Andes, Argentina, 20,492 ft / 6,246 m.
  105. Polleras, pegunungan Andes, Argentina, 20,456 ft / 6,235 m.
  106. Pular, pegunungan Andes, Chili, 20,423 ft / 6,225 m.
  107. Chañi, pegunungan Andes, Argentina, 20,341 ft / 6,200 m.
  108. McKinley (Denali), pegunungan Alaska, Alaska, 20,341 ft / 6,200 m.
  109. Aucanquilcha, pegunungan Andes, Chili, 20,295 ft / 6,186 m.
  110. Juncal, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,276 ft / 6,180 m.
  111. Negro, pegunungan Andes, Argentina, 20,184 ft / 6,152 m.
  112. Quela, pegunungan Andes, Argentina, 20,128 ft / 6,135 m.
  113. Condoriri, pegunungan Andes, Bolivia, 20,095 ft / 6,125 m.
  114. Palermo, pegunungan Andes, Argentina, 20,079 ft / 6,120 m.
  115. Solimana, pegunungan Andes, Peru, 20,068 ft / 6,117 m.
  116. San Juan, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,049 ft / 6,111 m.
  117. Sierra Nevada, pegunungan Andes, Argentina, 20,023 ft / 6,103 m.
  118. Antofalla, pegunungan Andes, Argentina, 20,013 ft / 6,100 m.
  119. Marmolejo, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,013 ft / 6,100 m.
Keterangan: ft = satuan panjang feet (kaki) m = satuan panjang meter

Blogger Templates by OurBlogTemplates.com 2007