Anak-Anak enfo

enfohealth.blogspot.com
enfootaku.blogspot.com
enfomythology.blogspot.com
enfowhat.blogspot.com
enfoentertainment.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Cuaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuaca. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 29, 2009

Jenis-Jenis Awan

Awan tidak sama jenisnya dan selalu berubah bentuk. Awan bergantung pada ketinggian dan suhunya.
Awan dibedakan menurut bentuk dan tingginya. Ada 4 kumpulan yang utama,yaitu awan rendah, awan sederhana tinggi, awan tinggi dan awan yang tinggi keatas.

1. Awan Rendah
- terdiri dari awan Stratokumulus, awan Nimbostratus dan awan Stratus.
- terletak kurang daripada 3000 meter dari muka bumi.
- Awan Stratokumulus kelihatan kasar.
- Awan Nimbostratus gelap dan mempunyai lapisan-lapisan jelas dan dikenali juga sebagai awan hujan
- Awan Stratus sangat rendah, tebal dan berwarna kelabu.

2. Awan Sederhana Tinggi
- tediri dari awan Altokumulus dan Altostratus.
- letaknya antara 3000 hingga 6000 meter dari muka bumi
- Awan Altokumulus berkepul-kepul, tidak rata dan berlapis.Awan itu menandakan keadaan cuaca yang baik.
- Awan Altostratus lebih padat, berwarna kelabu dan kelihatan seperti air.

3. Awan Tinggi
- terdiri dari awan Sirus, Sirokumulus dan Sirostratus
- Awan Sirus kelihatan seperti kapas tipis dan awan ini menunjukkan cuaca agak cerah.
- Awan Sirokumulus kelihatan seperti sisik ikan.
- Awan Sirostratus ialah awan putih yang tipis

4. Awan yang Tinggi ke Atas
- terdiri dari awan Kumulus dan awan Kumulonimbus.
- letaknya kira-kira 6000 hingga 9000 meter dari muka bumi.
- Awan Kumulus terbentuk kelompok-kelompok bulat
- Awan Kumulonimbus berbentuk kelompok-kelompok besar. Kelompok-kelompok yang berwarna putih dan hitam ini mempunyai bentuk dan rupa yang beranekaragam. Awan membawa hujan yang disertai dengan kilat dan petir.

Lebih lengkap lagi tentang awan-awan tsb:

  1. Stratus. Letaknya rendah, berwarna abu-abu dan pinggirnya bergerigi dan menghasilkan hujan gerimis salju.
  2. Kumulus. Letaknya rendah, tidak menyatu / terpisah-pisah. Bagian dasarnya berwarna hitam dan di atasnya putih. Awan ini biasanya menghasilkan hujan
  3. Stratokumulus. Letaknya rendah, berwarna putih atau keabu-abuan. Bentuknya bergelombang dan tidak membawa hujan.
  4. Kumulonimbus. Letaknya rendah sperti menara, berwarna putih dan hitam, membawa badai.
  5. Nimbostratus. Letaknya tidak terlalu tinggi, gelap, lapisannya pekat, bagian bawah bergerigi serta membawa hujan atau salju.
  6. Altostratus. Ketinggian sedang, awan berwarna keabu-abuan, tipis, mengandung hujan.
  7. Altokumulus. Ketinggian sedang, putih atau abu-abu, bergulung-gulung atau melingkar seperti makaroni.
  8. Sirus. Tinggi, putih atau sebagian besar putih seperti sutra tipis, bergaris-garis
  9. Sirostratus. Tinggi, putih seperti cadar, bisa juga seperi untaian, luas menutupi langit
  10. Sirokumulus. Tinggi, tebal, putih, terpecah-pecah, mengandung butir-butir es kecil.
Ketinggian Awan Berikut ini adalah ketinggian jenis awan utama yang diukur dari bagian dasar:
  1. Stratus, di bawah 450 m
  2. Kumulus, Stratokumulus dan Kumulonimbus berada di ketinggian 450 - 2000 m
  3. Nimbostratus, 900 - 3000 m Altostratus dan Altokumulus berada di ketinggian 2000 - 7000m
  4. Sirus, Sirostratus dan Sirokumulus berada di ketinggian 5000 - 13.500 m

Posted by eGuru Uroborus

Message from eGuru Uroborus: "W lg nyari awan yang menghasilkan Kirin nih! eGuru Mizuka lg nyari awan Strife(ampun100X)!"

Senin, April 06, 2009

Anemometer

Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin, dan merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam sebuah stasiun cuaca. Istilah ini berasal dari kata Yunani anemos, yang berarti angin. Anemometer pertama adalah alat pengukur jurusan angin yang ditemukan oleh oleh Leon Battista Alberti. Anemometer dapat dibagi menjadi dua kelas: yang mengukur angin dari kecepatan, dan orang-orang yang mengukur dari tekanan angin, tetapi karena ada hubungan erat antara tekanan dan kecepatan, yang dirancang untuk satu alat pengukur jurusan angin akan memberikan informasi tentang keduanya.

Cara kerja

Lewat baling-balingnya, energi kinetik udara diubah menjadi energi listrik pada dinamo, dan energi listrik ini kemudian dialirkan ke suatu voltmeter sehingga menunjukkan kecepatan angin. makin cepat angin berhembus, makin cepat putaran dinamo dan makin tinggi tegangan listrik yang terbangkit, dan makin besar simpangan jarum penunjuk kecepatan anginnya.

Jenis (Menurut kecepatan)

  • Anemometer piala(kanan)
  • Anemometer kincir angin(kanan)
  • Anemometer laser Doppler (sketsa)
  • Anemometer sonik(kanan)
  • Anemometer bola pingpong (Maaf, gambar belum tersedia)
  • Anemometer hot-wire(kanan)
Jenis (Menurut tekanan)
  • Anemometer piring (Maaf, gambar belum tersedia)
  • Anemometer tabung (kanan)

Sabtu, April 04, 2009

Suhu

Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.Suhu juga disebut temperatur.Mengacu pada SI, satuan suhu adalah Kelvin (K). Skala-skala lain adalah Celsius, Fahrenheit, dan Reamur.

Konsep


Pernahkan kamu melihat ibu memasak air? Pernah kan kamu memegang es batu? Tentu kamu akan merasakan air mendidih itu panas dan es batu itu dingin. Nah, derajat panas dingin suatu benda inilah yang dinamakan suhu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti sering mengukur suhu dengan perasaanmu, tetapi ukuran panas dan dingin suatu benda bersifat relatif. Misalnya, sebuah ruangan yang hangat (tanpa pendingin ruang atau AC) akan terasa panas jika kamu memasukinya dari ruangan dengan alat pendingin, sedangkan ruangan akan terasa dingin oleh orang lain yang baru saja masuk dari luar yang cuacanya panas.



Pengukur

Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif, kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer yang berisi air raksa atau alkohol. Kata termometer ini diambil dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya mengukur. Alat ini dilengkapi dengan ukuran derajat suhu dalam suatu skala standart. Satuan suhu dalam SI adalah Kelvin (K) tetapi secara umum kamu menggunakan satuan derajat celcius (C) dalam pengukuran sehari-hari.

Cara Kerja Termometer

Zat untuk termometer haruslah zat cair dengan sifat termometrik artinya mengalami perubahan fisis pada saat dipanaskan atau didinginkan, misalnya raksa dan alkohol. zat cair tersebut memiliki dua titik tetap (fixed points), yaitu titik tertinggi dan titik terendah. Misalnya, titik didih air dan titik lebur es untuk suhu yang tidak terlalu tinggi. Setelah itu, pembagian dilakukan di antara kedua titik tetap menjadi bagian-bagian yang sama besar, misalnya termometer skala Celcius dengan 100 bagian dan setiap bagiannya bernilai 1C.


Jenis Termometer

Berdasarkan Skala

1. Skala Celcius : titik lebur = 0 C dan titik didih = 100 C
2. Skala Reamur titik lebur = 0 R dan titik didih = 80 R
3. Skala Fahrenheit titik lebur = 32 F dan titik didih = 212 F
4. Skala Kelvin titik lebur = 273 K dan titik didih = 373 K

Gelas-Non Gelas

Termometer Gelas :
Termometer klinis, termometer suhu ruang, dan termometer maksimum-minimum.

Termometer non-Gelas : Termometer gelas, termometer bimetal, termokopel, termometer kristal cair, dan termometer hambatan

Curah Hujan

Iklim pada garis lintang tengah dapat digambarkan dengan musim panas yang panas dan musim dingin yang dingin, dengan curah hujan atau ekivalen salju rata-rata 250-500 mm per tahun. Pada daerah tropis, curah hujan yang dibutuhkan untuk membedakan stepa dan gurun dapat berjumlah setengahnya karena besarnya evapotranspirasi yang terjadi.

Jenis-jenis hujan berdasarkan curah hujan (definisi BMG)

* hujan sedang, 20 - 50 mm per hari

* hujan lebat, 50-100 mm per hari

* hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari

Mungkin kamu pernah mendengar laporan cuaca di radio, televisi, dan juga koran. Terdapat istilah curah hujan. Disebutkan dalam jumlah angka tertentu dengan satuan milimeter. Apakah maksudnya? Bagaimana angka itu menjelaskan hujan yang turun di suatu daerah? Apa kegunaan angka curah hujan tersebut?

Curah hujan sebesar 1 mm artinya adalah “tinggi” air hujan yang terukur setinggi 1 mm pada daerah seluas 1 m2 (meter persegi). Artinya “banyaknya” air hujan yang turun dengan ukuran 1 mm adalah 1 mm x 1 m2 = 0,001 m3 atau 1 liter.

Jadi misal suatu daerah pada suatu hari memiliki curah hujan sebesar 8000 mm, dan wilayah itu memiliki luas 100 km2, maka jumlah air yang “turun” di daerah itu adalah 8000 mm x 100 km2 = 8 x 1011 liter (kamu tahu cara menghitungnya kan. Jika air sebanyak itu jatuh ke bumi dan tidak langsung mengalir atau meresap ke dalam tanah, maka kamu dapat memperkirakan berapa luas daerah yang tergenang air itu. Sebagai contoh : luas wilayah yang tergenang air setinggi rata-rata 1 meter di area hujan tadi adalah 8 x 1011 liter / 1 m = 8 x 108 m2 = 800 km2. (coba tanyakan orang tua dan guru kamu mengenai cara mengkonversi atau ”merubah” satuan dari meter ke kilometer, dan sebagainya)

Curah hujan dihitung harian, mingguan, hingga tahunan, sesuai kebutuhan. Pembangunan Saluran Drainase, selokan, irigasi, serta pengendalian banjir selalu menggunakan data curah hujan ini, untuk mengetahui berapa jumlah hujan yang pernah terjadi di suatu tempat, sebagai perkiraan pembuatan besarnya saluran atau sarana pendukung lainnya saat hujan sebesar itu akan datang lagi dimasa mendatang.

Sebagai contoh, rata-rata curah hujan di Indonesia adalah 2000-3000 mm/tahun (artinya kalau air hujan "dikumpulkan" selama satu tahun akan setinggi 2-3 meter!). Curah hujan tertinggi ada di daerah Jawa Tengah Baturaden sebesar 7069 mm/thn, dan curah hujan terrendah ada di daerah Palu, Sulawesi tengah sebesar 547mm/tahun. Oh ya data tersebut didapat dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), yaitu badan resmi pemerintah yang menangani masalah cuaca dan kebumian.

Selama musim hujan tahun ini tidak ada fenomena global seperti El Nino atau La Nina yang dapat mempengaruhi curah hujan di Indonesia.

Arah Angin

Apakah arah angin kira-kira akan sama?

Apakah sama arah tiupannya??

sesungguhnya arah angin itu sama baik didalam lapisan perbatas (yang dekat dengan permukaan bumi) maupun di luar lapisan perbatas.
Lapisan Perbatas Permukaan (SBL= Surface Boundary Layer) adalah : Suatu lapisan atmosfir di dekat permukaan dimana gaya kekasapan permukaan nyata dan massa udaranya mengandung karakteristik permukaan di bawahnya.
lapisan ini merupakan tempat aktivitas manusia, hewan dan tumbuhan, pada lapisan ini Gaya Coriolis nil (dapat diabaikan), merupakan Wilayah dengan gradien kecepatan angin, suhu dan kelembaman terbesar, terjadi pertukaran momentum, bahang dan massa (dan polutan) terbesar

lapisan perbatas ini TIDAK mempengaruhi arah angin, tapi mempengaruhi kecepatan Angin. dimana di SBL (yg jaraknya 10 m dari permukaan bumi) kecepatan angin lebih rendah di bandingkan pada outer layer (ketinggian > 10 m) ini lah yang menyebabkan kal
au mem
perhatikan pengukur kecepatan angin, selalu diletakkan pada menara pengamat cuaca yang tingginya 10 m.

bagaimanapun terdapat kasus2 tertentu dimana terjadi turbulensi sehingga arah angin berpusing/berputar. Hal ini dapat terjadi pada atmosfer yang tidak stabil, dimana terjadi convective boundary layer.

Beberapa jenis hewan mengetahui perbedaan arah angin berdasarkan arah medan magnet Bumi. Burung-burung migran, misalnya, diketahui menggunakan kemampuan tersebut untuk memilih arah terbang yang tepat.

Blogger Templates by OurBlogTemplates.com 2007